Awal saat memulai bisnis, saya pernah di kasih selamat sekaligus tantangan sama salah satu rekan saya Fajar Anugerah. Selamat, karena sudah meninggalkan posisi saya di kantor dan memberikannya pada orang lain untuk bisa mendapatkan pengalaman seperti saya, dan tantangan untuk mulai mengajar, tapi ga boleh di universitas premium, yang udah banyak guru dan mahasiswanya dari keluarga berkecukupan. Ngajarnya harus di universitas yang gak kebagian dosen desain yang berpengalaman. kalo perlu ngajar di SMK. Ngajar bukan untuk prestige tapi untuk membagi yang saya tahu kepada orang lain agar mereka lebih cepat belajar.
Singkat cerita saya mendapat kesempatan dari rekan saya yang lain Lahandi untuk menjadi guest lecture di Universitas Trilogi, dan topik sharing yang diminta adalah tantangan memulai bisnis desain. Karena saya baru saja launch bisnis saya, jadi diharapkan tantangan-tantangan yang saya share dan solusi-nya bisa lebih relateable dibandingkan jika yang kasih materi pemilik studio yang sudah establish.
Jadi melanjutkan dari lecture tersebut berikut hal-hal yang saya pelajari dan dapat saya bagikan termasuk beberapa hal yang tidak saya perkirakan sebelumnya..

1. Dapet project di marketing effort pertama kami
Salah satu yang kami lakukan saat awal membuat iMiTYWorks adalah membuat daftar teman dan relasi dalam network kami. Salah satu rekan yang kami tawarkan service kami, memberikan kesempatan kami untuk pitching dan desain yang kami buat sukses langsung memenangkan project dengan nilai yang cukup lumayan. Walau kami sungguh beruntung dengan beginners luck tersebut membuat kami telalu percaya diri. Setelah kemenangan tersebut, kami lalu kalah pitching bertubi-tubi yang membuat kami menyadari, oh its not gonna be that easy, girl!
2. People do fuck you up in bussiness
Yes, yes it happens! But life goes on, dan menjadi profesional is all about dancing with the punches, dan seperti nasihat panutanku tersayang, mbak Taytay bilang:
“I,ve got smarter, got harder in the nick of time, I do it once, I’ll do it twice oooh Look what you’ve made me do!”
Walaupun saya kecewa dan sakit hati, saya gak mau berlama-lama apalagi sampe kasi ruang di blog untuk bahas itu, Lebih baik saya kalibrasi dan buat batasan. its all about finding the people with ethic and being an ethical person yourself. Buat lebih baik daripada yang orang lakukan pada saya!.
3. Kolaborasi
Jawaban dari bagaimana percepatan belajar untuk segala hal yang diinginkan klien adalah kolaborasi. Kolaborasi ama orang marketing, kolaborasi ama advertising agency, kolaborasi ama developers. Jangan semua mau dikerjakan sendiri, you’ll only slow your clients and yourself. Learn to trust others and share your problems. Ini adalah salah satu sebab iMiTYWORKS bisa nambah orang-orang hebat yang getaran skill-nya di level yang sama ama kami.
4. Design communities are soo super kind
Temen-temen yang ada di industri desain beneran pada baik-baik banget. Terbuka banget buat tanya-tanya. kasih tau kita kurang dimana. bantuin kalo ada projects. Super baik banget. Temen-temen desainer lain adalah sekutu dan juga pesaing kami. Tapi kita bersaing sehat, dan saling mendorong satu sama lain untuk jadi lebih baik dari sebelumnya. dan ini menguntungkan buat Industri desain maupun untuk klien dan potensial klien kami
5. You really can do what you want to do
Waktu dulu mulai iMiTYWORKS kita beneran cuma punya target pingin buat studio desain sendiri, ga tau gmn caranya, pokoknya mau aja. lalu buat email, lalu website, lalu company profile, lalu ada yang ajak jalan bareng, lalu burn-out, tapi tetep ada meeting besok, lalu ternyata hasil desainnya ok banget, lalu di puja-puji. gak gampang, dan drama banget! tapi bisa apa yang aku dan temen-temen usahakan itu terjadi.
6. Start up is super fun but also super hard
Mungkin karena jalan nya ama temen yaaa jadi semua prosesnya dinikmati aja. Keadaan usaha baru mulai, kan serba minimalis yaa. Ga ada finance, ga ada marketing, ga ada sales, ga ada OB, jadi semua kerjaan dari yang super sepele macam cuci piring dan kurir sampe kerjaan susah banget ga ngerti gimana caranya, gimana buatnya semua harus di kerjain bertiga, harus sukses walau modal bertiga aja.
Exciting karena setiap hari new challange, walau kadang ada juga yang sampe 2 bulan belum solved juga challangenya. Tapi juga cape banget kejar pitching, kadang-kadang feel burned-out. Tapi, tiap hari juga get better than before, dan proud bisa bilang kalo malu sama lugunya kita dulu saat masih jadi karyawan.
7. You have to do sales & marketing
Mungkin ini hal yang paling susah untuk saya, si introvert creative. Harus jual jasa & tiup trompet sendiri. ini paling energy draining sih. Abis pendekatan ke calon klien potensial lalu harus buat proposal penawaran, abis gitu harus tampil presentasi, lalu harus tau dan jawab semua pertanyaan klien, lalu tawar-tawaran harga dulu, abis gitu harus kirim quotation, lalu baru bisa kerjain desain. alamak!
8. Find your tribe
kadang tribe ini harus dibuat dan dicari, temen-temen yang juga share the dream dan juga pingin kamu berhasil. Buat temen kejar dan bersinergi bareng. Buat tukar pemikiran, buat ngomel-ngomel kalo pas kesel dan burn-out. Dulu banyak yang takut-takutin, kalo kita anak desain semua, gak ada marketingnya. Tapi sekarang mungkin berpikir Alhamdulillah anak desain semua. Karena semua hal kembali ke perspektif dan bingkai yang kita buat. gak perlu sama ama orang lain ga papa. Wong studio sendiri, suka-sukalah!